Selasa, 23 Apr 2024

Mengawal Sampai Tuntas Terbangunnya Waduk Pejok Untuk Optimalisasi Pertanian

2 minutes reading

PROGRAM PRIORITAS I

Ada istilah untuk menggambarkan kondisi kabupaten Bojonegoro yang belum hilang hingga hari ini. “Nek rendeng raiso ndodok, nek tigo gak iso cewok”, artinya jika musim penghujan becek dan genangan air terjadi dimana-mana hingga untuk duduk saja susah. Dan jika musim kemarau, kekeringan merajalela, hingga untuk cuci BAB saja sulit cari air.

Kondisi ini juga terjadi untuk wilayah timur Bojonegoro, yakni di kecamatan Kepohbaru dan kecamatan Baureno. Kering kerontang baru saja terjadi di musim kemarau tahun ini. Akibat cuaca ekstrem dan minimnya sumber air serta tidak adanya waduk yang cukup untuk menampung air hujan berdampak pada sektor pertanian. Padahal, hampir 95% penduduk diwilayah ini mengandalkan sumber pencaharian dari pertanian.

Sejak awal tahun 2021, bupati Bojonegoro Anna Muawanah telah mencanangkan pembangunan waduk Pejok sebagai akses utama sumber daya air untuk wilayah timur Bojonegoro. Lahan seluas 231.20 Ha. 85,69 Ha diwilayah kecamatan kepohbaru dan kedungadem Bojonegoro serta 145, 51 Ha di wilayah kecamatan Bluluk Lamongan sudah disiapkan.

Dalam perencanaan, proses persiapan dan pelaksanaan di 2022 yaitu land acquisition and resettlement action plan (LARAP), analisis dampak lingkungan (AMDAL), dan tahap sertifikasi desain di Komisi Bendungan harus selesai di 2022. Sementara untuk pengerjaan fisik estimasi paling cepat di 2023. Dan hari ini, akhir 2023, rencana itu belum terlaksana.

Namun, hal ini tidak bisa terjadi begitu saja tanpa proses pengawalan. Untuk itu, saya bertekad mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Dapil III ini sebagai upaya untuk mengawal pembangunan waduk ini agar supaya sektor pertanian di wilayah Kepohbaru, Baureno dan Kanor dapat dimaksimalkan.

Saya akan menjadikan program pembangunan waduk Pejok hingga tuntas sebagai program utama jika terpilih nanti. Bahkan jika tidak terpilih sekalipun, saya akan terus menyuarakan dan mendesak agar pembangunan ini harus berlanjut dan tuntas.

Ada kata kunci, jika petani sejahtera, pemerintah tidak perlu memikirkan tindak selanjutnya. Petani sudah bisa mandiri mengatasi persoalannya.