Selasa, 23 Apr 2024

Madrasah Entreprenur Siapkan Santri Hadapi Revolusi Industri 4.0

2 minutes reading
07 Okt 2018

Kepohbaru – Melesatnya revolusi industri di era global ini harus segera disikapi oleh masyarakat dengan bijak, cepat dan tepat. Tak terkecuali para santri yang merupakan dari bagian masyarakat Indonesia yang kini tengah giat-giatnya melakukan pembangunan.

Revolusi industri 4.0 nampaknya bukan lagi isapan jempol belaka. Berbagai produk teknologi telah menandai dimulainya revolusi industri 4.0. Keniscayaan ini tak dapat dihindari lagi apalagi ditolak oleh para santri, baik yang masih mondok di pesantren ataupun yang sudah turun gunung ke masyarakat.

Menghadapi era ini sejumlah santri di Kecamatan Kepohbaru yang tergabung di komunitas Santri Entrepreneur mengadakan pelatihan digital marketing. Pelatihan digital marketing ini digagas oles Amrozi SH, alumni PMII dan IPNU Bojonegoro yang dekat kalangan santri muda di Bojonegoro.

Menurutnya pelatihan digital marketing ini menjadi agenda atau kegiatan awal komunitas santri untuk mengenalkan IT di dunia pemasaran global melalui internet.

Pelatihan digital marketing ini digagas oleh Amrozi SH, alumni PMII dan IPNU Bojonegoro yang dekat kalangan santri muda di Bojonegoro.
Pelatihan digital marketing ini digagas oleh Amrozi SH, alumni PMII dan IPNU Bojonegoro yang dekat kalangan santri muda di Bojonegoro.

“Pelatihan kali ini kami menggandeng makrifatbussines.co.id, karena hasil pelatihan dapat langsung diterapkan untuk pemasaran produk, ” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam pelatihan peserta dilatih langsung untuk memposting produk hasil UMKM yang ada di seluruh Indonesia di toko online seperti bukalapak, shopee dan lazada.

“Ini agenda pertama, dan secara rutin nanti akan disambung dengan berbagai jenis pelatihan lainnya, ” ujar sekretaris Majelis Alumni IPNU, yang sekarang tengah mengikuti kontestasi Pemilihan Legeslatif 2019, dari PKB untuk pencalonannya di Dapil lll, Kecamatan, Kepohbaru, Baureno dan Kanor.

Untuk merangsang minat peserta, dalam pelatihan ini, peserta diberi insentif pada setiap posting yang berhasil. Dan selama masa training dalam satu bulan peserta dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 350 per posting.

Amrozi menambahkan, pelatihan digital marketing yang digagas komunitas Santri Entrepreneur ini akan dikembangkan diseluruh kabupaten Bojonegoro, khususnya para santri, madrasah, dan pondok pesantren.

Dengan dikuasainya pengetahuan IT oleh santri dengan pelatihan yang dilakukannya. Setidaknya secara tidak langsung akan memberdayakan sumber daya santri yang ada di Bojonegoro.

“Paling tidak bisa menciptakan peluang kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Terutama kalangan muda,” papar Amrozi lebih lanjut, yang dijumpai di kediaman tumah tinggalnya di Desa Jipo, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro, Minggu (7/10).

“Bagi yang berminat di pelatihan digital marketing dapat menghubungi kami di +6281332842184 atau email di alamrozzy@gmail.com,” pungkasnya.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *